Jumat, 07 Juni 2013

Lima Kebiasaan Ini Sebabkan Munculnya Jerawat

Kata orang, jerawat adalah penyakitnya anak remaja. Tetapi setelah usia sudah memasuki 25 - 30 tahun begini, kok jerawat masih saja muncul? Bahkan, kondisinya lebih parah ketimbang waktu remaja, dan bisa muncul di punggung, leher, pundak, bahkan tempat-tempat lain yang tak terlihat.
Menurut statistik, satu dari lima orang dewasa usia 25 - 44 tahun mengalami problem jerawat. Masalah kulit ini tidak disebabkan oleh satu faktor saja, sehingga memang agak sulit untuk mengenyahkannya.
Tetapi bagaimana Anda memperlakukan kulit, sedikit banyak berperan dalam munculnya jerawat di wajah. Tak percaya? Coba lihat buktinya.
1. Memakai make-up saat berolahraga
Kesalahan terbesar yang dilakukan rata-rata perempuan adalah, baru membersihkan wajah setelah berolahraga. Justru, sebelum berolahraga wajah sudah harus dalam keadaan bersih agar ketika keringat mengucur, debu atau sisa make-up tidak menempel pada wajah.
Produk-produk perawatan kulit dan rambut, seperti hair conditioner, gel, shaving cream (untuk pria), moisturizer, sunscreen, dan produk-produk lain yang mengandung minyak, dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan timbulnya jerawat. Ganti produk-produk ini dengan bahan yang tidak akan menyumbat pori; biasanya pada label kemasan ditulis oil-free dan/atau noncomedogenic. Namun meskipun menggunakan produk yang tidak mengandung minyak, Anda tetap harus membersihkan wajah sebelum berolahraga.
Pertimbangkan juga apakah produk-produk tersebut memang Anda butuhkan. Soalnya, produk-produk yang disebut "dermatologist tested" (telah diuji oleh pakar dermatologi) pun bisa menyebabkan jerawat pada sebagian orang.
2. Sering meraba-raba pipi atau dagu
Mungkin Anda tak sadar melakukannya, namun kerap mengusap keringat di wajah dengan tangan atau menggosok hidung bisa mendorong tumbuhnya bakteri dan menyebabkan infeksi. Biasakan juga untuk tidak memegang-megang jerawat yang mulai tumbuh. Memencet jerawat bisa membuat bakteri pada jerawat masuk semakin dalam ke kulit, sehingga menimbulkan peradangan dan bekas luka permanen.
3. Tidak rajin membasuh muka
Segera basuh wajah setelah Anda berolahraga ataupun melakukan aktivitas lain yang membuat Anda berkeringat. Aktivitas fisik memanaskan tubuh, menyebabkan keringat bercampur dengan minyak di permukaan kulit. Kedua hal ini bisa menyumbat pori-pori. Jika Anda tidak bisa mencuci muka, keringkan wajah dan tubuh Anda dengan handuk, lalu segera berganti pakaian.
Berlama-lama mengenakan pakaian yang basah karena keringat, apalagi yang ketat, juga membuat dada, punggung, dan bagian lain dari tubuh Anda ditumbuhi jerawat.
Bila Anda sering mengenakan ikat kepala, topi, atau helm, yang terpasang kuat di kepala, rajin-rajinlah mencuci talinya untuk mengurangi bakteri.
4. Terlalu sering mencuci wajah dengan sabun yang keras
Jerawat tidak disebabkan oleh kotoran. Karena itu, tak ada gunanya sering-sering mencuci muka dengan sabun atau scrub yang mengandung bahan yang tajam seperti alkohol. Kondisi wajah Anda bahkan bisa makin parah karena memaksa produksi minyak berlebih.
Ubah kebiasaan Anda dengan membasuh muka dari rahang ke arah garis rambut dengan sabun yang lembut dan air hangat, sekali atau dua kali sehari. Jangan lupa, cuci dulu tangan Anda sebelum menyentuh muka. Lalu, keringkan wajah yang sudah bersih dengan menepuk-nepuknya dengan handuk yang kering dan lembut (bukan menggosoknya).
5. Membiarkan stres berlanjut
Mungkin Anda pernah mendengar bahwa stres bisa berpengaruh pada kesehatan kulit. Sebab ketika Anda stres, tubuh memproduksi hormon stres (kortisol) yang akan merangsang produksi minyak berlebih dari kelenjar sebum di dalam kulit. Kalau kelebihan minyak ini bercampur dengan sel-sel kulit mati dan bakteri, jerawat bisa bertambah besar atau bertambah parah.
Kalau Anda menderita stres berkepanjangan, cobalah untuk beristirahat sejenak dari rutinitas yang membuat Anda stres. Lakukan latihan peregangan dan bernafas dalam-dalam. Olahraga secara teratur juga ampuh mengatasi kegelisahan dan mengurangi stres.
Pada dasarnya, tidak ada obat mujarab untuk jerawat. Kebanyakan jerawat ringan bisa diatasi dengan perawatan kulit dan tubuh yang sederhana. Bila apa yang Anda lakukan belum berhasil melenyapkan jerawat, kemungkinan ada beberapa faktor lain yang menjadi penyebabnya. Antara lain, perubahan hormonal (menstruasi, kehamilan, atau memulai dan berhenti mengonsumsi pil KB), mengonsumsi obat-obatan tertentu, alergi makanan atau kosmetik, dan faktor genetik.

6 Cara Agar Jerawat Tak Muncul Lagi

Jerawat bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk faktor genetis dan hormon. Stres juga berperan besar menyebabkan jerawat, tutur ahli dermatologi David Sire, M.D., dari Fullerton, CA. Meskipun Anda tidak bisa mengontrol apakah Anda memiliki kulit yang rawan terkena infeksi jerawat atau tidak, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut ini untuk mencegahnya.

1 Jangan menyentuh wajah Anda dengan tangan. Cobalah untuk tidak memencet jerawat, yang bisa membuat jerawat itu semakin besar atau menyebabkan bekas luka.

2. Jangan mengusap muka. Sebagian besar orang yang memilki jerawat atau pori-pori tersumbat cenderung mengusap muka mereka lebih keras, yang bisa menyebabkan iritasi kulit. Oleh karena itu, gunakan pembersih yang lembut saat pagi dan sore hari.

3. Gunakan alas bedak tipis. Makeup yang digunakan untuk menutupi jerawat cenderung membuat pori-pori tersumbat dan menyebabkan lebih banyak kotoran. Cobalah menggunakan concealer yang terbuat dari bahan asam salisilat.

4. Ketahui jenis kotoran di wajah Anda. Perhatikan cara Anda menelepon, cara tidur menyamping, atau mungkin menyandarkan wajah Anda pada satu tangan. Cobalah untuk menghindari hal ini.

5. Lakukan perawatan kulit secara rutin. Pembersih, toner, and pelembap mengandung bahan-bahan seperti benzoil peroksida pembunuh bakteri penyebab jerawat.

6. Memperhatikan perawatan kulit Anda. Jika Anda melakukan perawatan kulit dan ternyata jerawat masih belum hilang, mungkin Anda perlu berkonsultasi kepada ahli dermatologi, yang bisa memberikan produk yang lebih tepat, seperti Retin-A

Cara Atasi Jerawat dengan Bahan Alami

Setiap remaja tentu pernah mengalami jerawatan di wajah. Bahkan bagi remaja wanita, kemunculan jerawat diwajah cukup membuat rasa percaya diri seseorang akan berkurang. Sehingga tak jarang mereka menggunakan bahan-bahan khusus untuk menghilangkan jerawat.
Jika kamu telah menggunakan beberapa cara untuk menghilangkan jerawat, tetapi jerawat tak juga mau pergi. Maka apa salahnya mengatasinya dengan menggunakan bahan-bahan alami, yang pastinya sangat aman untuk kulit wajah.
Dilansir dari Boldsky, berikut cara mudah menghilangkan jerawat dengan bahan alami:
1. Madu
Madu bukan hanya bisa membuat kulit menjadi lembut, kencang, dan lemap. Tapi bisa digunakan untuk menyingkirkan jerawat karena memiliki antioksidan yang bisa membersihkan kulit.
2. Garam dapur
Untuk memakai bahan yang satu ini, kamu bisa mencampurkannya dengan perasan lemon. Lalu, oleskan ke wajah. Ketahuiah bahwa garam laut merupakan salah satu scrub wajah terbaik yang berguna untuk menghilangkan jerawat.
3. Lemon
Buah lemon nampaknya memang berkhasiat untuk kecantikan. Selain bisa melembapkan, lemon juga bisa dipakai untuk mengobati jerawat pada wajah. Pijat kulit dengan air perasan lemon atau usapkan irisan lemon pada wajah dan diamkan selama 15 menit.
4. Tomat
Buah berwarna oranye kemerahan ini kaya akan vitamin C yang bisa membantu mengurangi produksi sebum. Kelebihan produksi sebum menjadi salah satu tumbuhnya jerawat. Untuk itu, biasakan untuk memijat kulit wajah dengan irisan tomat secara perlahan.
5. Oatmeal
Ketahuilah bahwa oatmeal bisa digunakan untuk menyembuhkan jerawat dan masalah kulit lainnya. Pijatlah wajah dengan oatmeal dan susu secara perlahan. Cara tersebut bisa mengelupas kulit, menghilangkan sel-sel kulit mati, dan mengurangi bekas jerawat.

Sabtu, 18 Mei 2013

Mengenali Gejala Autis

Autisme adalah gangguan perkembangan yang timbul sebelum usia anak 3 tahun. Gangguan tersebut meliputi beberapa hal berikut:

Gangguan interaksi sosial Penyandang autisme sering tidak bisa melakukan kontak mata atau hanya bisa sekelebat, tidak bisa bersosialisasi dengan baik seakan tidak peduli dengan sekitarnya, dan tidak bisa ‘bermain pura-pura’ (contoh: bermain masak-masakan).
Gangguan komunikasi- Tidak dapat berkomunikasi 2 arah- Tidak ada komunikasi nonverbal (gerakan tubuh), seperti mengangguk untuk mengatakan ‘ya’- Sebagian penyandang autisme tidak bisa berbicara. Kalau pun bisa, biasanya isi pembicaraannya tidak jelas, berulang-ulang, dan tidak memperhatikan lawan bicaranya.- Sudah berusia 16 bulan tapi belum bisa mengucapkan 1 kata pun.- Tidak bisa melihat benda yang ditunjuk dari jauh.- Terjadi penurunan kemampuan perkembangan (dalam bidang apa pun), misalnya, tadinya anak sudah bisa berbicara tapi tiba-tiba terjadi regresi.
Minat khusus atau gerakan berulangPenyandang autisme biasanya hanya menyukai satu benda dan akan fokus dengan benda itu terus, umumnya benda yang berputar, seperti roda mobil-mobilan. Mereka juga biasanya melakukan suatu gerakan tertentu secara terus menerus dan tanpa ada tujuan, atau disebut juga dengan gerakan stereotipik. Contoh gerakan lainnya yaitu mengepak-ngepakkan tangan atau melompat-lompat.

Sampai sekarang, belum bisa dipastikan apa penyebab autisme. Diduga penyebabnya mengacu pada faktor genetik, karena sebagian penyandang autisme rata-rata bersaudara atau ada link genetik pada keluarga besarnya. Misalnya, ada anggota keluarga yang menderita ADHD atau keterbelakangan mental.
Pemicu lainnya adalah janin terpapar penyakit dari ibu dan kekurangan oksigen di dalam kandungan, sehingga otak tidak berkembang. Proses kelahiran yang lama juga bisa membuat bayi kekurangan oksigen, sedangkan polusi bisa memperburuk kondisi.
Sebaiknya, terapi sudah diberikan sebelum anak berusia 3 tahun, agar hasil lebih optimal. Ragam terapi yang diberikan yaitu terapi wicara, sensori-integrasi, juga okupasi. 
“Bila perlu, obat akan diberikan untuk mengendalikan emosi dan perilaku anak, sehingga bisa menjalankan terapi dengan baik, bukan untuk menyembuhkan atau membuat anak tidur”, ujar dr. Ika Widyawati, SpKJ(K).
Dalam memilih tempat terapi, perhatikan kemampuan tenaga terapisnya. Sebaiknya yang memiliki kemampuan sesuai, juga yang menyediakan dokter atau psikiater. Mengenai terapi alternatif yang bisa menyembuhkan autisme, belum ada penelitian yang baku.
Autisme tidak terkait dengan imunisasi MMR. Anggapan tersebut muncul bermula dengan waktu pemberian imunisasi MMR (usia 15 bulan) yang bersamaan dengan waktu terjadinya regresi (penurunan kemampuan), yang biasanya muncul saat anak dibawah usia 2 tahun. Jika anak tidak diberi imunisasi, efeknya akan lebih berbahaya bahkan mematikan, karena penyakit tersebut bisa mengganggu kesehatan organ penting lainnya. 

Kamis, 15 November 2012

Tanda Untuk Orang Yang Berumur Panjang


Setiap orang selalu berharap bisa memiliki usia panjang yang sehat. Apakah Anda memiliki tanda-tanda umur panjang? Lihat 14 tanda berikut yang menunjukkan seseorang bisa berusia panjang. Seperti dikutip dari Prevention, ada banyak cara yang bisa dilakukan orang agar memiliki tubuh sehat sehingga meningkatkan kesempatan berusia panjang.

 
Ada 14 tanda orang yang memiliki usia panjang, yaitu:
Usia ibu masih muda saat melahirkan Anda
Jika saat dilahirkan ibu berusia di bawah 25 tahun, maka orang tersebut memiliki kesempatan 2 kali lebih besar berusia panjang dibandingkan dengan orang yang dilahirkan saat ibunya sudah tua.

Menurut ilmuwan dari University of Chicago, sel telur yang dimiliki oleh ibu muda adalah yang terbaik sehingga menghasilkan keturunan yang sehat.

Anda seorang pecinta teh
Baik teh hijau maupun teh hitam mengandung konsentrasi katekin (zat kimia yang membantu membuat pembuluh darah rileks dan melindungi jantung) yang cukup. Tapi pastikan untuk mengonsumsi teh segar, karena daun teh yang ditambahkan air akan menurunkan katekin beberapa hari kemudian.

Sebaiknya hanya menambahkan lemon atau madu pada teh dan bukan susu, karena susu dapat menghilangkan efek protektif tersebut.

Lebih memilih untuk berjalan kaki
Sebuah studi menunjukan orang yang berjalan 30 menit sehari bisa meningkatkan 4 kali kesempatan untuk hidup lebih lama dibandingkan orang yang jarang berjalan, tak peduli berapa banyak lemak ditubuhnya.

Jadi berjalan kaki saat jam makan siang, berputar di lapangan atau bergerak setiap harinya bisa memiliki manfaat lebih.

Menghindari soda bahkan yang versi diet
Ilmuwan di Boston mengungkapkan konsumsi satu atau lebih minuman soda setiap hari bisa meningkatkan dua kali lipat risiko sindrom metabolik, termasuk tekanan darah tinggi, peningkatan insulin, kelebihan lemak di sekitar pinggang serta meningkatkan risiko jantung dan diabetes.

Memiliki kaki yang kuat
Bagian bawah tubuh yang kuat diartikan memiliki keseimbangan yang baik, fleksibilitas dan daya tahan. Sehingga mengurangi risiko patah tulang pinggul dan cedera lainnya yang dapat menurunkan kesehatan.

Robert Butler, MD, dari International Longevity Center, USA menuturkan otot paha yang lemah bisa menjadi salah satu penyebab kelemahan di usia tua.

Mengonsumsi makanan berwarna ungu
Makanan ini mengandung senyawa polifenol yang dapat mengurangi risiko jantung dan Alzheimer. Polifenol ini membantu menjaga pembuluh darah dan arteri tetap fleksibel dan sehat.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan konsumsi 1 cangkir bluberry setiap hari dapat meningkatkan komunikasi antara sel-sel otak.

Memiliki berat badan remaja yang sehat
Sebuah studi dalam Journal of Pediatrics menunjukkan kelebihan berat badan di usia 14 tahun dapat meningkatkan risiko diabetes di usia dewasa, hal ini tentu saja meningkatkan risiko komplikasi dari diabetes seperti penyakit jantung.

Tidak suka burger
Mengonsumsi daging sapi atau domba memang bukan masalah besar, tapi jika konsumsi lebih dari 500 gram daging merah per minggunya berisiko besar terkena kanker usus besar. Selain itu konsumsi daging merah yang dipanggang, dibakar atau dimasak pada suhu tinggi bisa meningkatkan kandungan senyawa karsinogen.

Memiliki tingkat pendidikan tinggi
Sebuah studi dari Harvard Medical School menemukan bahwa orang yang lebih dari 12 tahun menikmati pendidikan formal bisa hidup 18 bulan lebih lama dibandingkan dengan orang yang lebih sedikit bersekolah. Hal ini diperkirakan orang yang berpendidikan lebih tinggi cenderung sedikit mengonsumsi rokok.

Sangat menikmati memiliki teman
Hubungan interpersonal yang baik bisa bertindak sebagai pencegah terhadap stres. Memiliki orang-orang yang mendukung, bisa membuat seseorang tetap sehat baik secara mental maupun fisik. Karena stres yang kronik dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan usia sel yang lebih pendek, sehingga memperpendek usia 4-8 tahun.

Memiliki teman-teman yang sehat
Studi dari New England of Journal of Medicine menunjukkan jika teman terdekat memiliki berat badan berlebih, hal ini meningkatkan kesempatan sebesar 57 persen pada seseorang untuk berada di kondisi yang sama. Karena itu penting untuk bergaul dengan orang-orang yang memiliki tujuan hidup sama dalam hal kesehatan.

Tidak takut tantangan baru

Orang yang disiplin terhadap diri sendiri serta bisa berorganisasi dengan baik, memiliki risiko lebih rendah terkena Alzheimer dibandingkan orang yang kurang hati-hati. Hal ini dikarenakan orang yang memiliki fokus perhatian akan menggunakan kekuatan otaknya. Karena itu cobalah untuk merangsang otak dengan melakukan hal-hal yang baru, serta mengulangi hal-hal yang sudah dipelajarinya.

Tidak memiliki pembantu di rumah
Jika seseorang melakukan pekerjaan rumah seperti menyedot debu, mengepel dan mencuci, maka rata-rata orang sudah membakar sekitar 285 kalori. Hal ini akan menurunkan risiko kematian sebesar 30 persen.

Seseorang yang berkembang
Seseorang yang berkembang cenderung memiliki pandangan yang positif tentang kehidupan, memiliki tujuan dan rasa sosialisasi. Hal ini membuatnya memiliki makna dalam hidupnya.

Orang-orang yang memiliki usia panjang cenderung memandang kerja keras adalah penting, tapi tetap menghabiskan waktu lebih banyak untuk keluarga, meningkatkan spiritualitas dan melakukan hal bersama orang lain.

5 Manfaat Apel Yang Jarang Diketahui



1. Apel membuat Anda pintar
Mungkin karena meningkatkan produksi asetilkolin, zat kimia yang mentransmisikan pesan antara sel-sel saraf, apel diperkirakan dapat menjaga otak tetap tajam seiring pertambahan usia,meningkatkan memori, dan berpotensi mengurangi kemungkinan mendapatkan penyakit Alzheimer, demikian menurut sebuah penelitian terbaru dari University of Massachusetts at Lowell.
Penelitian ini memang baru dilakukan terhadap binatang. Namun tak ada salahnya bila Anda mulai mencoba membiasakan diri untuk mengonsumsi makanan ringan bergizi ini
 
2. Apel bisa menurunkan kolesterol
Berkat dua komponen kunci, pektin (sejenis serat) dan polifenol (salah satu antioksidan kuat), apel dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah oksidasi kolesterol jahat, proses kimia yang mengubahnya menjadi plak yang menyumbat arteri.
Untuk memaksimalkan manfaat apel, makan apel bersama kulitnya. Kulit apel memiliki dua sampai enam kali senyawa antioksidan.

3. Apel membantu Anda bernafas lebih mudah

Perempuan yang mengonsumsi apel saat hamil, akan melahirkan anak dengan resiko penyakit asma yang berkurang, demikian menurut para peneliti dari Inggris baru-baru ini.
Buah ini juga dapat melindungi paru-paru orang dewasa, menurunkan resiko asma, kanker paru-paru, dan penyakit lainnya.

4. Apel mampu melawan kanker

Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa beberapa senyawa dalam buah yang berair mengekang pertumbuhan sel kanker, tapi akan bekerja secara maksimal saat apel dimakan seluruhnya (minus batang dan biji, tentunya).

Orang yang mengonsumsi apel lebih dari satu dalam sehari akan menurunkan resiko beberapa jenis kanker (mulut, esofagus, usus besar, payudara, ovarium, prostat, dan lain-lain) sebesar 9 - 42 persen.

5. Apel merupakan slow food
Buah ini mengandung serat sebanyak 5 gr, atau 20 persen dari kebutuhan asupan harian Anda.

Karena keras, apel mengharuskan Anda untuk mengunyah dengan sabar, dan hal ini bisa memberikan sinyal pada tubuh bahwa Anda kenyang, sebelum Anda terlalu banyak mengonsumsi kalori.

Pemanis alami dalam apel memasuki aliran darah secara bertahap, membantu Anda menjaga kadar gula darah dan tingkat insulin tetap stabil, sehingga Anda merasa kenyang lebih lama.

Hal ini kebalikan dari snack dengan pemanis buatan, yang membuat Anda cepat lapar kembali.

10 Tips Awet Muda Di Dunia

USIA kita memang boleh bertambah, tapi bukan berarti kita bisa membiarkannya begitu saja. Supaya kulit kita senantiasa awet muda, ada langkah-langkah mudah yang bisa diterapkan ke dalan gaya hidup sehari-hari. Coba yuk!

1. Makan rumput laut

Hidangan bawah laut tertentu, seperti rumput laut, memiliki komposisi yang mirip dengan plasma darah dan merupakan salah satu sumber terkaya dari mineral dan nutrisi. Rumput laut juga meminimalkan efek penuaan dini dengan detoksifikasi kulit dan memerangi radikal bebas. Jika Anda tidak ingin mengunyah rumput laut asin, konsumsi saja yang berupa kapsul.

2. Cukup tidur

Tidak peduli berapa tebal atau mahal kosmetik yang digunakan, kulit Anda tidak akan terlihat bagus tanpa tidur yang cukup. Tidur diperlukan untuk memperbaiki dan meremajakan kulit sendiri, jadi matikan semua gadget digital Anda di malam hari.

3. Jangan stres

Studi menunjukkan bahwa stres otomatis mencetak garis-garis pada wajah Anda. Dapatkan hal yang menghibur sehari-hari dapat menambah usia.

4. Kurangi gula

Bila tak bisa menghindar, setidaknya Anda bisa mengurangi asupan gula. Terlalu banyak gula bisa bereaksi dengan protein di kulit sehingga mempercepat proses penuaan.

5. Rajin bermasker

Cobalah masker sederhana ini. Campurkan perasan lemon dan putih telur, aduk selama 3 menit lalu oleskan ke wajah, tunggu 30 menit lalu bilas dengan air hangat.

6. Makan banyak protein

Beri nutrisi pada kulit dengan banyak mengonsumsi makanan berprotein yang berperan besar memproduksi kolagen dan elastin. Semua itu penting untuk menjaga agar kulit tetap segar. Coba makan daging sapi, ikan, telur, keju, kacang-kacangan.

7. Pakai krim malam

Sebelum tidur, usahakan menggunakan krim malam yang mengandung vitamin B,C, dan P untuk menstimulasi sirkulasi kulit. Paginya kulit akan terasa halus dan lembut.

8. Minum vitamin

Minumlah suplemen vitamin A,C, dan E yang membantu mencegah kerusakan kulit akibat sinar matahari dan penuaan dini.

9. Makanan sehat untuk kulit

Perbanyak makanan yang menyehatkan kulit seperti salmon, almond, dan buah beri.

10. Hindari rokok

Bukan hanya berhenti merokok, tapi juga hindari asap rokok karena bisa menyebabkan kulit berkeriput karena merusak enzim penghasil kolagen.